jimat69 jimathoki jimathoki kapuas88 kapuas88 kapuas88 kapuas88 kapuas88 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 koplo77 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 ombak700 roket700 roket700 roket700 roket700 roket700 roket700
chooserator

Codec Bluetooth SBC vs AAC vs aptX: Gue Pernah Bingung Juga, Ternyata Segini Perbedaannya

halogalfa 03/06/2026 4 menit baca

Dulu gue beli earphone wireless dengan bangga karena udah punya Bluetooth. Tapi terus mikir kenapa suara dari earphone gue terasa agak “aneh” dibanding earphone temen yang lebih mahal. Ternyata masalahnya ada di codec — hal yang gue sama sekali nggak tahu waktu itu.

Codec? Apa itu sih? Gue googling, malah tambah bingung sama istilah-istilah teknis yang berceceran. Jadi gue coba pelajari sendiri, dan sekarang gue mau cerita apa yang gue temuin.

Apa Itu Codec Bluetooth Sih?

Okay jadi gini. Ketika kamu putar musik dari HP ke earphone, file audionya terlalu besar untuk dikirim lewat Bluetooth secara langsung. Jadi perlu dikompres dulu. Nah, codec itu adalah standar kompresi yang digunakan untuk mengirim audio dari satu perangkat ke perangkat lain.

Bayar aja seperti ini — kamu punya cerita panjang yang pengen dikirim lewat chat, tapi koneksi kamu lemot. Jadi kamu peras cerita itu jadi versi singkat (tapi semoga isinya tetap kedengeran penting). Codec itu semacam itu lah.

Ada tiga codec yang paling sering kamu ketemu: SBC, AAC, dan aptX. Ketiganya punya karakternya masing-masing — dan perbedaannya lumayan signifikan sebenarnya, terutama kalau kamu agak “detail” dengan kualitas audio.

SBC — Yang Paling Standar (dan Sering Lemah)

SBC (Subband Coding) itu codec “default” Bluetooth. Semua perangkat Bluetooth pasti support SBC — nggak peduli brand apa, nggak peduli harganya berapa.

Kenapa default? Karena SBC itu ringan dan nggak butuh banyak resource. Cocok untuk semua orang, semua perangkat. Tapi ya… kualitasnya? Lumayan standar aja. Gue pribadi merasa kalau cuma pakai SBC, audionya terdengar sedikit “flat” — kurang detail gitu, terutama di frekuensi tinggi. Misal lagi dengerin drum, suaranya kurang tajam. Vokal juga agak tercekik — terasa nggak natural.

Tapi hey, kalau kamu nggak begitu peka sama audio quality, SBC completely fine kok. Banyak orang yang nggak pernah sadar perbedaannya sama sekali. Gue aja baru sadar setelah mencoba langsung perbandingannya.

AAC — Yang Lebih Smooth (Apple Moment)

Nah, AAC (Advanced Audio Coding) ini agak berbeda story-nya. Codec ini punya kompresi yang lebih bagus dibanding SBC, jadi audio yang dihasilkan lebih detail dengan bitrate yang sama.

Kalau kamu pengguna Apple — AirPods, iPhone, Mac — sebagian besar perangkat Apple support AAC secara native. Makanya suara dari AirPods terasa lebih enak dibanding earphone generic yang cuma support SBC.

Gue pernah nyoba earphone dengan AAC codec, dan bedanya langsung kerasa. Vokal lebih jernih. Low-end (bass-nya) lebih “round” — nggak seperti SBC yang terasa mepet. Kalau kamu suka dengerin pop atau hip-hop, AAC jauh lebih recommended daripada SBC.

Tapi ada caveat — tidak semua Android phone support AAC dengan baik. Cuma beberapa brand tertentu aja yang dioptimasi untuk codec ini.

aptX — Yang “Beneran” Terasa Beda

Terus ada aptX. Ini codec yang di-develop oleh Qualcomm dan biasanya ditemuin di earphone atau headphone kelas menengah ke atas.

Gue pertama kali dengar aptX dari seseorang yang bilang “ini jauh lebih bagus dari SBC!” Gue skeptis, tapi… dia ternyata nggak salah. aptX punya bitrate lebih tinggi dan algoritma kompresi yang lebih canggih. Hasilnya? Audio terasa lebih “airy” dan lebih dekat dengan original source.

Perbedaan antara aptX dan AAC itu agak subtle sebenarnya. Tapi kalau gue diminta pilih, gue bakal pilih aptX untuk keperluan general listening. Kenapa? Karena gue pernah nyoba berbagai earphone gaming yang pakai aptX, dan latency-nya lebih rendah juga — penting banget kalau kamu main game atau nonton video.

Ada juga varian lain seperti aptX HD dan aptX Adaptive, tapi itu udah mahal dan niche — jarang orang yang membahas ini.

Terus, Codec Mana yang Terbaik?

Tergantung. Betul-betul tergantung.

Kalau kamu punya iPhone? Stick dengan AirPods atau earphone AAC-compatible. Gue nggak bilang AirPods itu best overall, tapi untuk ekosistem Apple, sangat cocok.

Kalau kamu Android user dan mau kualitas audio lebih baik? Cari earphone dengan aptX support. Price-nya sedikit lebih tinggi dari SBC, tapi worth it banget menurut gue.

Kalau kamu full casual — cuma dengerin musik sambil jalan-jalan atau workout — SBC fine-fine aja. Nggak perlu overthink.

Btw, kalau kamu mulai serius dengan audio quality, baca juga artikel gue tentang gimana pilih speaker Bluetooth yang bagus — banyak tips yang bisa diaplikasiin ke earphone juga. Dan kalau earphone kamu mau awet, ini hal-hal yang gue lakuin supaya headphone awet.

Kesimpulan Gue (Tanpa Drama)

Codec Bluetooth itu beneran berpengaruh ke kualitas audio. SBC itu baseline — aman tapi nggak spektakuler. AAC cocok untuk Apple ecosystem. aptX adalah sweet spot untuk Android users yang peduli quality.

Yang penting? Coba dulu sebelum beli. Perbedaan codec itu bukan perkara life-or-death, tapi kalau kamu udah dengar codec yang lebih bagus, balik lagi ke SBC terasa “aneh”.

Baca juga: Speaker Portabel Tahan Air Terbaik — Pengalaman Gue yang Sering Basah-basahan